Sitoskeleton, Pengertian, Fungsi dan Gambar

eddye
August 29, 2019 0 Comment

Pengertian

Pernahkah kamu mendengar istilah Sitoskeleton dalam ilmu biologi? Sitoskeleton adalah jaringan serat yang mengatur struktur dan aktivasi di dalam sel. Peran penting dari sitoskeleton adalah mengorganisir semua struktur dan akivitas yang ada di dalam sel. Sitoskeleton atau yang biasa disebut kerangka sel, adalah jaringan berkas-berkas protein yang menyusun sitoplasma di dalam sel. Sitoskeleton bisa di temukan pada sel eukariota dan sel prokariota. Dengan hadirnya sitoskeleton maka sel dapat memiliki bentuk yang kokoh, dapat berubah bentuk, mengatur posisi organel, berenang, dan dapat merayap di permukaan.

Fungsi Skeleton :

  1. Komponen penting dalam membangun sel. Sitoskeleton akan membentuk benang-benang spindel yang memiliki kegunaan sebagai pengikat dan penarik kromosom meosis dan mitosis.
  2. Memberikan kekuatan mekanik pada membran sel.
  3. Memberikan gerakan mRNA agar dapat mudah menuju ke tempat tujuannya.
  4. Membentuk silia dan flagela yang berfungsi sebagai pergerakan untuk sel.

Sitoskeleton Eukariota :

Sitoskeleton Eukariota terdiri dari tiga tipe yaitu Mikrotubulus, Filamen intermediat, dan Mikrofilamen.

Mikrotbulus

Mikrotobulus adalah sel yang berbentuk silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel sebagai rangka sel.

Struktur : Tabung berongga yang kaku dan tidak dapat diregangkan

Diameter : 25 nm

Subunit : Tubulin, dimer dari α-tubulin dan β-tubulin

Fungsi Utama : Pendukung, transpor intraselular, organisasi sel

Ditemukan pada : Semua eukariota

Lokasi seluler : Sitoplasma

 

Filamen intermediat

Filame Intermediat adalah rantai molekul protein yang melilit, memiliki diameter sekitar 10-12 nm.

Struktur : Filamen liat yang fleksibel dan dapat diregangkan

Diameter : 10-12 nm

Subunit : ~70 jenis protein

Fungsi Utama : Pendukung

Ditemukan pada : Hewan

Lokasi seluler : Sitoplasma dan nukleus.

 

Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang saling bertaut dan tipis, terdiri dari protein yang disebut aktin. Mikrofilamen berdiameter antara 5-6 nm. Karena kecilnya sehingga pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron.

Struktur : Filamen fleksibel yang tidak dapat diregangkan

Diameter : 5-6 nm

Subunit : Aktin

Fungsi Utama : Motilitas dan kontraksi

Ditemukan pada : Semua eukariota

Lokasi seluler : Sitoplasma.